Jagung semi adalah jagung yang dipanen dua atau tiga hari setelah munculnya rambut (Zheng, 2011), saat tongkol jagung belum dewasa (Miles, et al. 1999) (muda) dan belum terbentuk biji (Yudiwanti, et al. 2010).
Di Asia, jagung semi sangat populer sebagai sayuran yang dapat dimakan mentah maupun masak (cooked) karena rasanya yang manis dan teksturnya yang sukulen. Banyak yang mengira, jagung semi diproduksi dengan varietas khusus jagung mini (Zheng, 2011), padahal sebagian besar varietas jagung semi menggunakan varietas jagung pipil yang tersedia di pasar (Yudiwanti, et al. 2010).










